nandaaddiwijaya.my.id
000%
Back to Journal
Educational Technology

Waktu Saya Sharing Soal Konten Kreatif untuk UMKM

December 17, 20264 Min ReadBy Nanda Addi Wijaya
Waktu Saya Sharing Soal Konten Kreatif untuk UMKM Featured Banner

Berbagi Pengalaman Menjadi Pemateri di Pelatihan Creative Content for MSMEs

Beberapa waktu lalu, saya kembali mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemateri dalam sebuah pelatihan bertema “Creative Content for MSMEs: Cara Mudah Membuat Konten Kreatif bagi Pelaku Usaha UMKM”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom selama dua hari.

Topik ini terasa cukup dekat dengan keseharian saya. Selama beberapa tahun terakhir, saya sering terlibat dalam dunia kreatif, mulai dari fotografi, videografi, hingga pembuatan konten digital untuk berbagai kebutuhan. Dari pengalaman tersebut, saya melihat satu hal yang cukup sering terjadi pada banyak pelaku UMKM.

Banyak UMKM sebenarnya memiliki produk yang bagus, bahkan berkualitas. Namun, mereka sering mengalami kesulitan ketika harus memperkenalkan produk tersebut melalui media sosial. Bukan karena produknya kurang menarik, melainkan karena mereka belum menemukan cara yang tepat untuk menyampaikan nilai dari produknya kepada audiens.

Padahal, di era digital saat ini, cara sebuah produk ditampilkan sering kali menjadi faktor yang sangat menentukan.

Tidak jarang seseorang tertarik membeli bukan hanya karena produknya, tetapi karena bagaimana produk tersebut terlihat dan dikomunikasikan di internet.

Membahas Konten Kreatif dari Dasar

Pada pelatihan ini, saya membagikan beberapa materi yang menurut saya cukup sederhana, tetapi sangat penting bagi pemula. Mulai dari cara mencari ide konten, menyusun visual yang lebih menarik, hingga bagaimana membuat konten yang tidak terasa seperti promosi terus-menerus.

Saya juga mencoba menjelaskan bahwa membuat konten kreatif tidak selalu membutuhkan kamera mahal, perangkat canggih, atau proses editing yang rumit.

Sering kali, orang terlalu fokus pada peralatan yang digunakan hingga lupa bahwa ide dan cara berkomunikasi justru menjadi bagian yang paling penting.

Menurut saya, audiens saat ini cenderung lebih menyukai konten yang terasa dekat dengan kehidupan mereka dibandingkan konten yang terlalu terlihat seperti iklan.

Karena itu, memahami cara bercerita dan menyampaikan pesan menjadi keterampilan yang sama pentingnya dengan kemampuan desain atau editing.

Diskusi yang Lebih Seru dari yang Dibayangkan

Salah satu hal yang paling saya sukai dari pelatihan ini adalah suasana diskusinya yang cukup cair. Peserta aktif berbagi pengalaman dan menceritakan berbagai tantangan yang mereka hadapi ketika membuat konten untuk usaha mereka.

Ada yang bingung harus mulai dari mana, ada yang merasa desainnya masih biasa saja, hingga ada yang mengeluh karena kontennya selalu sepi.

“Konten saya sepi terus kak 😭”

Menurut saya, hal tersebut sangat wajar.

Dunia content creation memang penuh dengan proses trial and error. Terkadang kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat satu konten, tetapi yang mendapatkan perhatian justru video sederhana yang dibuat dalam hitungan menit.

Itulah mengapa proses belajar dan mencoba menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan seorang content creator.

Pentingnya Langsung Praktik

Selain sesi materi dan diskusi, peserta juga diberikan kesempatan untuk langsung mencoba membuat konten mereka sendiri dengan arahan dari pemateri dan panitia.

Bagi saya, sesi praktik merupakan bagian yang paling penting dalam sebuah pelatihan kreatif.

Belajar membuat konten tidak cukup hanya dengan memahami teori. Seseorang perlu mencoba secara langsung agar bisa memahami proses berpikir, ritme kerja, serta tantangan yang muncul ketika ide harus diubah menjadi sebuah karya nyata.

Melalui praktik, peserta dapat lebih mudah memahami apa yang sebelumnya hanya mereka dengar dalam bentuk penjelasan.

Fun Fact: Ternyata Jadi Pemateri Bikin Nervous Juga

Ada satu hal yang mungkin tidak banyak diketahui.

Meskipun topik yang saya bawakan cukup dekat dengan aktivitas sehari-hari, saya sebenarnya sempat merasa cukup gugup sebelum sesi dimulai.

Alasannya sederhana.

Sebagian besar hal yang saya pelajari tentang konten kreatif bukan berasal dari buku atau teori formal, melainkan dari pengalaman pribadi. Mulai dari trial and error, revisi klien yang tidak ada habisnya, hingga kebiasaan overthinking melihat insight Instagram tengah malam.

Karena itu, ketika harus menjelaskan proses kreatif tersebut kepada banyak orang, saya sempat berpikir:

"Apakah penjelasan saya terlalu rumit?"

"Apakah materi ini cukup mudah dipahami?"

"Bagaimana cara menjelaskan sesuatu yang selama ini saya lakukan secara otomatis?"

Saya bahkan beberapa kali mencoba menyusun ulang alur materi dan berlatih sebelum acara dimulai agar penyampaiannya lebih terstruktur.

Namun, setelah sesi berjalan, kekhawatiran tersebut perlahan hilang.

Diskusi yang aktif dan suasana yang santai membuat proses berbagi pengalaman terasa jauh lebih menyenangkan daripada yang saya bayangkan sebelumnya.

Belajar dari Pengalaman Nyata

Dari kegiatan ini, saya menyadari bahwa pengalaman nyata sering kali lebih mudah dipahami dibandingkan teori yang terlalu formal.

Terkadang, seseorang tidak membutuhkan penjelasan yang panjang dan akademis. Mereka hanya ingin mengetahui langkah pertama yang harus dilakukan.

Mereka hanya ingin tahu:

“Mulainya gimana sih?”

Pertanyaan sederhana tersebut justru menjadi inti dari banyak proses belajar.

Karena setelah seseorang berani memulai, sisanya biasanya akan datang melalui pengalaman dan proses yang dijalani sendiri.

Penutup

Bagi saya pribadi, pengalaman menjadi pemateri dalam pelatihan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga.

Selain bisa berbagi pengetahuan mengenai dunia kreatif dan content creation, saya juga belajar bagaimana menyampaikan pengalaman yang selama ini hanya ada di kepala menjadi sesuatu yang dapat dipahami oleh orang lain.

Dan ternyata, mengubah pengalaman menjadi materi pembelajaran tidak selalu mudah.

Bahkan, kalau boleh jujur...

Terkadang itu terasa lebih sulit daripada membuat konten itu sendiri. 😭

Agita Khairunnisa
Liked by Agita Khairunnisa

Nanda Addi Wijaya

Building visual experiences that feel natural. Based in Malang, Indonesia.

2026 © Nanda Addi Wijaya. All Rights Reserved. Made by WebenzeLabs.